Anda pernah bertemu tikus di lobi
hotel? Ke sana kemari, berlari sambil berdendang riang. Jalannya geboy karena si
tikus overweight. Mungkin senang tinggal di hotel, makannya enak-enak. Aw!
Sepanjang perjalanan karirku,
saya berjumpa dengannya 2 kali. Tiada hubungan keluarga sepertinya sebab warna
kulit dan ukuran badannya berbeda.
Memangnya ada tikus di hotel?
Hewan pengerat ini banyak ditemui
di tempat-tempat jorok.
Suatu hari, akan menjadi bencana
bagi hotel apabila tidak ditangani dengan benar oleh Manajemen.
Hotel baru, hotel lawas akan
menjadi tempat kesukaan hewan pengerat dan insecta itu. Jika dibiarkan kamar
tak lagi nyaman untuk dihuni.
Sungguh ini hal penting yang
perlu ditangani secara serius.
Kutu busuk, kecoa, tikus, akan
didapati dimana-mana, di kamar, rumah, rumah sakit, mal, bioskop, hotel. Kita
kadang tak paham dari mana si kutu muncul.
Kondisi kamar yang kotor menjadi rumah
pelarian tikus-tikus, kecoa, kutu busuk. Di kamar hotel, insecta yang tak kasat
mata ini bisa menyebar dari koper ke tempat tidur, karpet, sofa, gorden.
Ada beberapa cara pencegahannya. Hotelier
wajib melakukan agenda pembersihan secara berkala.
Mari kita perhatikan 6 poin berikut
sebagai pencegahan menyebarnya si hewan pengerat dan insekta di hotel.
1. Ekstra kebersihan bagi hotel yang bersebelahan dengan mal.
Restoran-restoran di mal,
meninggalkan sisa makanan pada malam hari, menabung sampah hingga keesokan
harinya karena mungkin dikejar waktu karena buru-buru pulang cepat.
Tengok saja para tenan di mal.
Apa petugas mal memeriksa seluruh tenan usai tutup? Siapa dapat menjamin
seluruh dapur resto bersih?
Bila pemilik, penyewa acuh tak
acuh, dalam beberapa jam saja, tikus, kecoa, kalajengking, laba-laba, tungau, berdatangan.
Dapur kotor di mal, timbunan
sampah di tong yang tidak dibuang segera menimbulkan bau tak sedap.
Jadi, selain kebersihan hotel
dijaga, pihak mal mesti kompak bersama penyewa menjaga kebersihan guna
kepentingan bersama.
Umumnya hotel yang bersebelahan
dengan mal atau istilah yang dikenal conjunction hotel, ditangani
pemilik yang sama sehingga kedua pihak mudah berkordinasi, menjaga kebersihan
secara gotong royong.
2. Pembersihan kamar secara total dan menyeluruh.
Satu kamar di hotel, dibiarkan
kosong selama satu hari penuh setiap bulannya. Dengan agenda pembersihan sehari
penuh.
Kaca-kaca di area balkon dibuka,
pintu kamar dibuka, sudut-sudut kamar divacum. Atap kamar, lemari baju, lubang
AC, harus bersih.
Setiap sudut tempat tidur divakum,
lipatan, di bawah kolong. Tempat tidur mesti ekstra perhatian
Biarkan angin masuk ke kamar, lebih
baik saat matahari pagi menyinari kamar. Agenda ini mesti dilakukan teratur.
Konsekuensi dari program ini,
tentu membiarkan room sold berkurang 2 malam. Namun ini jauh lebih baik
ketimbang kamar rusak karena munculnya serangan hewan pengerat dan insecta ke
kamar.
3. Pembersihan lorong kamar atau koridor secara total
Setiap koridor dibersihkan
beserta kamar-kamar. Jendela kaca dibuka dan dibersihkan. Mencuci karpet di koridor.
Resikonya pengosongan tamu di
lantai tertentu pada hari tertentu termasuk reservasi kamar dialokasikan ke
lantai lain. Proyek ini dapat dikerjakan sekitar 3 hari berturut-turut.
Sebaiknya program ini dikerjakan
ketika occupancy forecast rendah. Agenda ini mesti terencana apik
melihat kondisi tingkat hunian.
4. Menjaga kebersihan dapur di semua outlet restoran.
Saluran pipa di tempat cucian
piring tidak mampet, air tidak ada yang menggenang, kompor dibersihkan.
Dapur dan outlet resto bebas dari
sampah, genangan air usai staf di shift terakhir pulang.
Pipa uap di dapur yang tersumbat dapat
menyebabkan kebakaran. Uap dari masakan akan tebal menyerupai lemak sehingga
jalan uap macet. Engineering melakukan pemeriksaan kompor-kompor secara
teratur.
5. Di seluruh kantor back office terbebas dari sisa makanan di meja.
Makanan sisa camilan, nasi
bungkus di tong sampah, dalam sehari saja jadi serbuan pengerat.
Karena itu makan siang, makan
malam di kafetaria atau restoran. Dilarang makan di ruang kantor. Ini perlu
ketegasan pimpinan.
Yang kualami hampir semua bos
bule melarang makan siang di ruang kerja. Tapi sebagian bos mengizinkannya.
Saya sendiri sesekali makan di
ruangku saat kerjaan seabreg kerjakan menanti. Selalu kubungkus ketat dalam plastik
lalu buang di tong sampah.
Asalkan bersih, tak masalah.
6. Pembasmian teratur oleh layanan desinfektan.
Setelah seluruh fasilitas bersih,
penyemprotan pest control dilakukan dengan jadwal teratur. Di seluruh outlet
restoran, kamar dan area hotel.
Komplain hebat terjadi sebab kita
lengah. Tetiba ada kaki laba-laba di dalam kuah soto, ada sayap kecoa dalam
nasi goreng.
Tikus, kecoa, laba-laba, lalat, tungau,
nyamuk agar tidak berkembang biak hingga suasana ruangan menjadi horor, mesti dibasmi.
Keberadaan si pengerat lain lagi.
Mereka menyelinap lincah dari tempat lembab, lalu lari ke kamar tak
berpenghuni. Kalau Anda masuk, langsung ngumpet karena malu berkenalan.
Sebagian ke pantry ballroom
karena sisa makanan menumpuk. Atau dibersihkan tapi sampah masih berceceran.
Bisa jadi manajemen enggan menyisihkan
waktu. Rasanya sulit membiarkan kamar-kamar itu kosong tanpa tamu karena
tingginya tingkat hunian. Lagi-lagi alasan cuan.
Menjaga kebersihan harus melibatkan
kekompakan seluruh departemen. Setiap staf dan tamu mesti sadar, kebersihan hotel
wajib dijaga setiap waktu untuk kenyamanan bersama.
Salam hospitality
Comments